Tak ingin menyalahkan siapapun . Benar jika aku tak mampu lagi merindumu, dan benar ketika temanmu menunjukkan padamu . Tapi tidakkah kamu bertanya tentang waktu kapan dia mengerti ? Hari itu, sebelum aku berkata jujur padamu tentang hatiku, sebelum aku berkata dengan jujur jika aku ingin mencoba merindu lagi . Dan kamu, bukankah kamu tlah mengerti ? Bukan menyalahkan, hanya merasa kecewa . Mungkin sebenarnya aku yang memulai keanehan dalam kisah kita . Namun bukankah setelah bertemu, setelah bicara pada malam yang lama, aku ingin kembali menebus rasa ? Kau tak mengerti . Kau telah membuat pilihanmu sendiri .
Taukah kamu tentang mimpi yang ingin ku ceritakan kemarin ? Dia tentang kamu, tentang kita . Ketika ku sadari, mungkin itu firasat jika takkan ada kesempatan . Kita tau nantinya berakhir seperti ini, namun ku pikir setidaknya kamu bertahan . Itu tentang aku yang tiba-tiba merasa bersalah padamu, aku mendatangimu untuk menebus salah, namun ternyata ada sosok lain yang berada dekat denganmu . Aku tak sadar, bahkan ketika aku membantunya melahirkan seseorang yang ternyata benihmu . Dia mengerti kau masih bersamaku, namun dia tetap memutuskan menjadi pendampingmu . Sampai akhirnya aku mendengar kamu dan dia mendebatkan hatimu, merasa tersakiti, aku pergi . Dengan senyum manis kepada sosokmu, pendampingmu, dan bocahmu, aku melangkah pasti . Aku masih begitu ingat kata-kata yang tak pernah ku percaya keluar dari lisanku; "liat aja nanti, aku bakal nemuin seseorang yang lebih baik dari kamu . Aku janji" .
Terlambat . Memang aku ingin tau tanpa bicara padamu . Hahaa . Sudahlah . Aku harap kamu tak menyesali . Jadilah lelaki hebat untuk masa depanmu . Maaf jika tak mampu untuk menjadi alasan bagimu, maaf jika aku terlampau sering membuat kecewamu hinggap . Aku tau walaupun aku tak berniat menyakitimu, kamu tetap merasa perih . Sama halnya denganku, aku berjanji untuk tidak menangisi jika kamu mengerti, namun ternyata masih saya pertahananku lemah . Tak separah masa laluku, namun cukup membuat trauma menjadi lagi . Aku menangis karna merasa berdosa, merasa takut kau membenciku . Aku menangisi kenangan tentang aku dan kamu . Kenangan awal aku mencoba menghargaimu, sampai badai pertunangan yang diambil keluargamu .
Bahkan jika kamu mengerti, kemarin ketika kamu mengucapkan selamat 19 bulan, aku mulai benar-benar merindumu . Aku menyimpannya karna hati berkata kamu takkan lagi di hadapku . Terimakasih untuk 19 bulan kemarin, terimakasih tlah menjadi penyemangat dan alasanku ketika jatuh karnanya . Terimakasih untuk rasa berharga dan kepribadianmu yang akan sulit ku temukan di lelaki lain . Aku masih menyayangimu, aku takkan memintamu kembali atau bahkan memelukku lagi . Berjalanlah pelan-pelan, sepertiku . Selamat menjalani hari barumu tanpa aku :)
P.s: with backsound :'D
- love sick, TTS snsd
- jauh , afgan
- kau harus bahagia, sammy
- turtle, davichi